Perbedaan rumah cluster, komplek biasa dan rumah bersubsidi 

Memiliki rumah adalah dambaan bagi setiap orang. Karena rumah adalah tempat kita berlindung, beristirahat dan menghabiskan banyak waktu dengan keluarga yang kita cintai.

Di kota-kota besar banyak sekali jenis perumahan yang dpat dijadikan pilihan. tergantung kebutuhan dan keinginan anda sendiri yang menentukan.

Setidaknya bagi anda yang masih kurang paham dengan jenis-jenis perumahan, setidaknya kami merangkum ada 3 jenis yang dapat dijadikan pilihan.

Apa saja itu? Yuk kita simak ulasannya.

 Perumahan Cluster.

Ciri-cirinya :

  • perumahan ini biasanya dicirikan dengan tembok setinggi kurang lebih 2 meter yang mengelilingi area perumahan.
  • Hanya terdapat 1 akses pintu gerbang tempat keluar masuk perumahan dan tersedianya tenaga security 24 jam sebagai penjaga keamanan.
  • Pembeli rumah tipe cluster biasanya tidak diperbolehkan merubah tampak depan rumah trermasuk warna cat. tujuannya supaya rumah keliatan rapih dan tidak berantakan.
  • Penghuni juga tidak diperkenankan membuat pagar di depan rumah, karena selain menimbulkan kesan sempit terhadap jarak pandang. keamanan cluster lebih terjamin dengan adanya security.
  • Estate regulation yang cukup ketat dari pihak developer, biasanya perumahan ini tidak boleh diperuntukan selain untuk hunian.
  • Fasilitas yang jauh lebih lengkap dan eksklusif
  • harga rumah biasanya lebih mahal tetapi juga menguntungkan karena kenaikan harganya lebih tinggi dibandingkan jenis perumahan lain.

Komplek Perumahan Non Cluster

Jenis ke dua adalah perumahan komersil biasa. ciri-cirinya :

  • tidak terdapat pagar yang mengelilingi area komplek.
  • banyak akses pintu keluar-masuk menuju perumahan
  • boleh merubah tampak depan, boleh membuat pagar
  • estate regulation tidak ketat.
  • Fasilitas rata-rata
  • keamanan tidak terjamin
  • Kenaikan harga rumah lebih rendah dari jenis perumahan cluster.

Perumahan Bersubsidi Pemerintah

Jenis perumahan ini mulai ramai sekitar awal tahun 2013an. perumahan bersubsidi merupakan program pemerintah untuk memnuhi kebutuhan masyarakat indonesia yang masih banyak belum memiliki hunian.

ciri-cirinya :

  • dibangun di lahan pinggiran/agak ke pelosok
  • DP murah angsuran flat sampai lunas.
  • Diperuntukan untuk kepemilikan rumah pertama
  • gaji maksimal pemohon diangka 4 jutaan/per bulan
  • tipenya kecil dengan kualitas bangunan yang kurang baik
  • tidak boleh direnovasi terlalu mencolok sebelum 5 tahun pertama
  • fasilitas dibawah perumahan komplek biasa
  • keamanan tidak terjamin.
  • kenaikan harga rendah.

Nah, sudah terbayang kan apa bedanya dari ketiga jenis perumahan tersebut. jadi anda sendiri yang menentukan, kira-kira cocok jenis perumahan yang mana?

Semoga bermanfaat.

jazeeracikarang.com